Yang Sedang Viral, Oknum Polisi "One Million" Akhirnya Diproses di Polres Jembrana

Yang Sedang Viral, Oknum Polisi "One Million" Akhirnya Diproses di Polres Jembrana

Viral di jagat Maya Oknum polisi "One Million" yang diduga pungli terhadap wisatawan Jepang ditindak lanjuti di Polres Jembrana.

Oknum Polisi Ini diduga melakukan penilangan ilegal (pungli) dijalan jurusan Denpasar-Gilimanuk. Vidio Tersebut yang direkam oleh kamera wisatawan itu sendiri, video yang diunggah di akun YouTube miliknya yang berdurasi 3 menit 17 detik itu viral.

Dikutip dari tulisan Balinetizen ternyata Oknum Posili berpangkat brigadir itu bertugas di Polsek Pekutanan dan kini sedang menjalani pemeriksaan di polres Jembrana. Tetapi oknum anggota menurut informasi akan pensiun pada Bulan Januari Tahun 2021 tahun depan.

"Ya yang bersangkutan sedang diperiksa di Propam" ujar Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Ari Wibawa ditemui di Mapolres Jembrana, Kamis (20/8).

Kaposres mengetahui video tersebut tadi pagi dan menindaklanjuti dengan memerintahkan Propam untuk memanggil anggota tersebut.

"Yang Bersangkutan langsung kami pindahkan dari Polsek pekutatan ke Polres Jembrana", ujarnya.

Dari pengakuan dari yang bersangkutan, kejadian pertengahan tahun 2019 lalu, saat itu sedang berjalan kegiatan razia di jalan jurusan Denpasar-Gilimanuk.

"Sudah kami proses dan tidak akan kami titup-tutupi. Saya mendapat perintah dari Bapak Kapolda agar untuk menindak tegas pelanggaran yang dilakukan anggota", tandas Kapolres Adi Wibawa.

Kapolres menegaskan, Polri memiliki komitmen bahwa bagi anggota yang berprestasi akan diberikan reward, begitupun sebaliknya. Pihaknya akan memberikan tindakan sesuai aturan bagi anggota yang bersalah.

"Masih kami dalami. Apakah ada pihak orang lain atau tidak", imbuhnya.

Dadi video "One Million" tersebut bahwa wisatawan Jepang terkena razia, dengan percakapan bahasa Inggris sederhana oknum polisi tersebut mengatakan ada pelanggaran, dimana saat si wisatawan mengendarai sepeda motornya dengan lampunya mati. Singkat cerita, namun oknum anggota ini menawarkan solusi dengan membayar Rp. 1 juta. "One Million, No Problem".

Tetap anehnya, diakhir video ini, wisatawan tersebut sempat berkata kalau kejadian itu ia vidiokan dan dijawab "Ok" dan Akhirnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel